Laboratorium Akreditasi ISO 17025

Share

Facebook
Twitter
WhatsApp

Laboratorium Akreditasi ISO 17025

Pendahuluan

Men-set up laboratorium memiliki keunikan dan kebutuhan yang tidak biasa dengan bangunan pada umumnya. Multi disiplin ilmu diperlukan dalam proses persiapan, pelaksanaan, dan operasional laboratorium. Semua sisi diperhatikan untuk mendapatkan hasil dalam flow kerja, performa alat yang digunakan, pengaturan logistik operasional, efisiensi ruangan, pengaturan budget yang optimal dan pengaturan limbah yang mendukung kinerja penelitian, keberlanjutan dan kemudahan adaptasi dengan kondisi global. 

Landskap laboratorium

Setiap laboratorium membutuhkan idea yang jelas, tujuan pencapaian dan inspiratif. 3 hal ini menjadi DNA dalam men-set up laboratorium modern dan handal. Laboratorium selain menjadi mendukung visi besar sebuah lembaga, juga memberi kebanggan bagi personel di dalam nya, dengan nilai safety, sustainability, green energy dan kepatuhan terhadap ISO 17025. Sehingga laboratorium memberi dampak dan perubahan besar kepada landskap industri, pendidikan dan community. 

Program perencanaan

Terdapat hidden risk dan cost yang menanti tanpa adanya perencanaan yang matang. Bermula dari site, lab activity, facility, space, MEP, and peralatan serta limbah adalah hal yang perlu di detailkan untuk mendapatkan basis of design. 

Program laboratorium

Kualitas laboratorium di tentukan oleh mutu hasil uji yang di hasilkan. Untuk mendapatkan value tersebut diperlukan pengetahuan tentang sample, metode uji, skill personel, limbah, peralatan yang membutuhkan perminataan spesifik dan peralatan utilitas pendukung. 

Risk – Based Design Methode – pemikiran berbasis risiko (risk-based thinking) untuk memastikan keabsahan hasil pengujian, menjaga ketidakberpihakan, dan mencegah tindakan tidak valid. 

Dalam standar terbaru ISO 17025 : 2017 terdapat sebuah konsep baru yaitu konsep pemikiran berbasis risiko. Versi terbaru ISO 17025 klausul 8.5   Tindakan terhadap risiko dan peluang mewajibkan laboratorium untuk mengidentifikasi adanya peluang – peluang dan menganalisis resiko, baik risiko karena mengambil peluang maupun risiko bila tidak mengambil peluang yang ada.  Diperlukan singkronisasi pada fase perencanaan, program laboratorium dengan pola baru ISO 17025. Bagaimana kita dapat menentukan primary, secondary dan tertiery containment di laboratorium kita, dan mudah melakukan identifikasi, evaluasi dan mitigasi setiap bagiannya dari sisi administratif, facility engineering, dan kebijakan di laboratorium.